PENAWARAN SPECIAL MEMBER BARU


IFA DAHSYAT SENI BERBELANJA DIRUMAH

Pria Sejati Bertanggung Jawab “Mengantarkan” Wanita Mencapai Klimaks

Posted by IFA DAHSYAT BEKASI Selasa, 22 April 2014 0 komentar


Ilustrasi

Kaum wanita mungkin sudah paham dan mengerti bagaimana membuat suami mereka bergairah, tetapi bagaimana dengan para suami? Benarkah bahwa urusan orgasme wanita merupakan tanggung jawab pria? Berikut uraiannya!

Menurut penelitian di Western University, Ontario, pria akan merasa kecewa dan terluka ketika tahu pasangannya harus memalsukan orgasme demi kebahagiaan bersama. Sebab, pada dasarnya, seorang pria sejati secara alamiah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan wanita, baik secara lahir maupun batin. Salah satunya adalah kenikmatan seksual!

Melihat wanita menikmati sesi panas saat bercinta memberikan kebahagiaan tersendiri untuk pria. Apalagi jika menyaksikan ekspresi dan mendengarkan lenguhan seksi wanita saat mencapai tahap klimaks. Bagi pria hal yang demikian merupakan pengalaman yang tidak terbayarkan.

Untuk membuktikan hal tersebut, sejumlah peneliti mempelajari perilaku seks 45 responden yang terdiri dari pria dan wanita. Mereka diharuskan menjawab serangkaian pertanyaan aktivitas seks dan orgasme. Salah satu fakta yang berhasil ditemukan adalah seluruh responden sepakat bahwa orgasme merupakan kunci bagi pria dalam menikmati seks. Dibandingkan dengan wanita, kaum pria menganggap orgasme sebagai fase paling penting dan wajib terpenuhi.

"Pria merasa memiliki tanggung jawab untuk membuat wanita merasakan orgasme saat bercinta. Ketika wanita gagal mencapai orgasme, kekecewaan yang dirasakan pria jauh lebih besar dibandingkan wanita. Sebab, hal tersebut akan membuat pria mempertanyakan kepiawaian seksualnya," jelas Claire Salisbury, MSc., salah satu peneliti dan penulis hasil studi, seperti dikutip dari Prevention.

Studi yang menyasar perilaku seksual pasangan suami istri (pasutri) berusia muda ini, juga menguak fakta bahwa telah terjadi pergeseran pandangan mengenai orgasme. Pasutri zaman sekarang, terutama wanita, tidak memandang orgasme sebagai tujuan bercinta. Namun, pihak suami masih memandang perlu dan wajib mencapai klimaks bersama-sama.


Baca Selengkapnya ....

Kisah Pilu di Balik Bokong Indah Perempuan Venezuela

Posted by IFA DAHSYAT BEKASI Senin, 21 April 2014 0 komentar

Ilustrasi

Di Venezuela, keinginan untuk memiliki bokong yang besar membuat sebagian perempuan menjalani operasi suntik yang ilegal dengan risiko kesehatan yang tinggi.


Dengan mata yang berkaca-kaca, Denny, perempuan berusia 35 tahun dari Venezuela, mengingat bagaimana perasaannya ketika bangun pada pagi hari dan menemukan bahwa ada benjolan di punggung bagian bawah.

Saat itu, dia tidak bisa duduk atau berjongkok, dan sakitnya terasa amat sangat. Bahkan sebelum dia menemui dokter, Denny, yang bekerja sebagai pengacara, tahu bahwa benjolan itu adalah efek samping silikon cair yang disuntikkan pada bokongnya. Silikon cair itu pindah ke punggungnya dan menekan tulang.

"Itu sangat mengejutkan, saya tidak bisa berjalan. Begitulah bagaimana penderitaan saya dimulai," katanya.

Suntik bokong merupakan satu dari sekian banyak prosedur kosmetik yang dijalani perempuan Venezuela untuk mencapai penampilan yang dianggap cantik.

Praktik ini dilarang oleh pemerintah pada 2012, enam tahun setelah Denny melakukannya. Namun, dalam kenyataannya, sekitar 30 persen perempuan berusia 18-50 masih menjalani suntik ini, demikian menurut Asosiasi Operasi Plastik Venezuela.

Suntik bokong ini menggunakan silikon biopolimer yang lebih murah dari implan. Namun, cairan ini disuntikkan secara bebas ke dalam tubuh sehingga membuatnya lebih berbahaya daripada implan.

Daniel Slobodianik, dokter bedah operasi plastik, mengatakan bahwa pasien bisa menderita reaksi alergi dan kelelahan kronis.

Jika cairan berpindah ke area lain dari tubuh, seperti kasus Danny, silikon dapat menyebabkan nyeri sendi yang amat sangat.

Menurut Carolina Vazquez Hernandez, konselor isu-isu perempuan, tekanan sosial sangat besar di sini, bahkan lebih daripada di negara lain.

"Kami perempuan Venezuela tidak memiliki identitas yang jelas dari akar kita. Karena kurangnya identitas, harga diri kita sangat lemah," kata dia.

"Kita bisa tunduk terhadap apa saja asal akan meningkatkan harga diri kita," kata Vazquez Hernandez.



Sumber: BBC Indonesia

Baca Selengkapnya ....
IFA DAHSYAT support BELI TIKET MURAH - Original design by Bamz | Copyright of IFA DAHSYAT "SENI BERBELANJA DI RUMAH".